Teknik PCR: Deteksi Mutasi Gen EGFR Pada Pasien Kanker Paru-Paru

Kanker merupakan salah satu penyakit degenerative dengan tingkat prevalensi tinggi, salah satunya adalah kanker paru-paru. Secara global, kanker ini merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan kedua pada wanita. Meski umumnya kanker ini sering terjadi pada perokok aktif, namun juga bisa terjadi pada orang yang bukan perokok (perokok pasif) atau paparan zat kimia di lingkungan kerja.

Seperti kanker pada umumnya, Gejala kanker paru-paru ini baru muncul ketika kanker sudah cukup besar (stadium tinggi) atau telah menyebar ke jaringan dan organ sekitar. Beberapa gejala yang dapat dirasakan penderita kanker paru-paru adalah batuk kronis, sesak napas, batuk darah, dan nyeri dada.

Baca juga: Cara Aman Mengirimkan Mesenchymal Stem Cells (MSCs)

Pasien kanker paru dengan mutasi gen EGFR merupakan subjek primer untuk mendapatkan terapi EGFR-TKI. Saat ini, sampel-sampel seperti jaringan tumor dan sitologi banyak digunakan sebagai sumber DNA untuk mendeteksi mutasi gen EGFR. Akan tetapi, sampel-sampel tersebut memiliki kelemahan salah satunya adalah sulit untuk didapatkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, bisa dengan melakukan pengujian kemampuan cell-free DNA (cfDNA) sebagai sumber DNA dalam mendeteksi mutasi gen EGFR.

Adapun untuk gambaran interpretasi hasil dari running PNAClamp pada sample pasien adalah sebagai berikut:

Sumber : https://azurebiosystems.com/cielo-dx-for-ivd/
Sumber : http://www.panagene.com/_ENG/html/dh/tech4

PT BioSM Indonesia telah memiliki instrumentasi dan reagen deteksi kanker paru-paru yang lengkap dan sudah berlabel In Vitro Diagnostics (IVD). Instrumentasi Real Time PCR berasal dari brand ternama dibidangnya yaitu AZURE CIELO Dx, sedangkan reagen yang disediakan adalah PNAClamp Mutation Detection Kit dan PANAMutyper EGFR dari PANAGENE. Info dan diskusi lebih lanjut dan dapat menghubungi HealthCare Business Unit – Specialist di email lukman@biosm-indonesia.com atau kontak mobile +62 817-4171-616.
Adapun untuk gambaran interpretasi hasil dari running PNAClamp pada sample pasien adalah sebagai berikut:


Referensi:

  1. Sung, H., et al. (2021). Global Cancer Statistics 2020: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), pp. 209–49.
  2. Suraya, A., et al. (2020). Asbestos-Related Lung Cancer: A Hospital-Based Case-Control Study in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(2), pp. 591.
  3. National Health Service UK (2019). Health A to Z. Lung Cancer.
  4. National Institutes of Health (2022). MedlinePlus. Lung Cancer.

Leave a Reply