Deteksi Kanker Payudara Dengan Teknik Imunohistokimia

Sebelum kita membahas Teknik Imunohistokimia Untuk Deteksi Kanker Payudara kita kan membahas terlebih dahulu Kanker payudara dan gejalanya. Kanker payudara merupakan suatu jenis tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker ini dapat tumbuh jika terjadi pertumbuhan yang abnormal dari sel-sel pada payudara. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi yang kemudian membentuk benjolan atau massa. Pada stadium yang lebih parah, sel-sel abnormal ini dapat menyebar melalui kelenjar getah bening ke organ tubuh lainnya(1).

Pada stadium dini, kanker payudara dapat tidak menunjukkan gejala tertentu. Oleh karena itu, sangat penting untuk periksa payudara sendiri setiap bulan, utamanya 10 hari setelah masa haid berakhir. Raba dengan teliti payudara searah jarum jam untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan fisik. Beberapa gejala kanker payudara, antara lain:

Aplikasi Teknik Imunohistokimia Untuk Deteksi Kanker Payudara

Imunohistokimia (IHK) adalah suatu teknik analisis untuk mengidentifikasi antigen tertentu dalam sampel jaringan dengan menggunakan antibodi spesifik. Antibodi yang telah mengikat antigen selanjutnya kita interaksikan dengan pewarna yang biasanya kombinasi antara enzim dan flouresens. Warna yang muncul menandakan keberadaan antigen tersebut. Intensitas warna yang muncul dinilai dengan score 0, 1+, 2+ dan 3+ yang mengindikasikan tinggi rendahnya konsentrasi antigen pada sample tersebut.

Teknik ini telah terpakai secara luas untuk mendiagnosis kanker, salah satunya kanker payudara. Salah satu protein penanda pada deteksi kanker payudara adalah HER2 yang bertanggungjawab terhadap proses pertumbuhan dan pembelahan sel. Berdasarkan hasil skore IHK HER2, kita dapat mengetahui prognosis kanker serta terapi yang tepat seperti pemberian targeted therapy dengan menggunakan Herceptin (trastuzumab) maupun terapi kombinasi lainnya(2).

Secara teknis, proses IHK terdiri dari beberapa tahap yang saling menentukan satu sama lain dengan urutan yaitu fiksasi, dehidrasi, penjernihan, parafinisasi, perendaman dalam paraffin, pemotongan, deparafinisasi, dan pewarnaan.

Teknik Imunohistokimia
Instrument IHK dengan alur kerja yang lengkap dari brand KEDEE

Saat ini PT Biosm Indonesia memiliki produk Instrument IHK dengan alur kerja yang lengkap dari brand KEDEE yang sudah berlabel In Vitro Diagnostics (IVD). Platformnya juga terbuka (open system), Sehingga dapat menyederhanakan alur kerja sesuai kebutuhan pelanggan. Info dan diskusi lebih lanjut dan dapat menghubungi HealthCare Business Unit – Specialist di email lukman@biosm-indonesia.com atau kontak mobile +62 817-4171-616.


Baca juga: 

  1. Metode Baru dalam Pengobatan selain Transplantasi Sel Punca
  2. CD Genomics: Aplikasi NGS untuk Amplikon CRISPR
  3. Tidak Memiliki Gejala Tapi Hasil PCR Masih Positif?

Sumber :

  1. http://www.zjkedi.com/index.php/goods/detail/t/en-us/id/33.html
  2. American Cancer Society. Diakses pada 2021. Breast Cancer.
  3. Diakses pada 2021. A Comprehensive Guide to Breast Cancer.

Tinggalkan Balasan